
Ada tempat untukmu di meja ini
- 1Jumlah
- 2Data
- 3Pembayaran
Pilih donasi bulananmu
Banyak orang memberi sedikit, dalam waktu yang lama.
Bergabung dengan meja iniAda tempat untukmu di meja ini
Fransiskus percaya bahwa Scholas harus bertahan dari banyak orang yang memberi sedikit, dalam waktu yang lama. Setiap donasi bulanan membantu menciptakan pengalaman nyata di berbagai belahan dunia.
La Mesa
Bergabunglah dengan komunitas yang menjaga meja Fransiskus tetap hidup
Di meja, hal-hal penting terjadi: kita berbagi, kita mendengarkan, kita dipulihkan, dan kita membangun komunitas. Fransiskus memilih kesederhanaan sebuah meja bersama karena ia paham bahwa perubahan besar tidak lahir dari atas, melainkan dari saling menatap mata dan sungguh hadir. Dari gerak sederhana itulah lahir budaya perjumpaan: sebuah ruang di mana tidak ada seorang pun yang berlebih, dan di mana kita semua menjadi sungguh-sungguh manusia.
Itulah yang Scholas lakukan setiap hari: mendudukkan anak-anak muda dari realitas, budaya, dan bahasa yang berbeda di meja yang sama agar mereka menemukan bahwa mereka tidak sendirian. Donasi bulananmu adalah komitmen nyata yang menjaga budaya perjumpaan ini tetap hidup, membuat meja ini tetap terbuka dan warisan Fransiskus tetap hadir di seluruh dunia.
Meja yang membentuk dirinya
Ketika Bergoglio menjadi Paus, hal pertama yang ia lakukan adalah menolak ruang makan pribadi
Ia memilih kantin Santa Marta. Meja panjang itu. Bersama semua orang.
“Dunia dipahami dengan duduk bersama, bukan dari atas.”
Paus Fransiskus
Apa yang Fransiskus yakinitentang Scholas
Fransiskus tidak hanya mendirikan Scholas. Ia juga punya keyakinan yang jelas tentang bagaimana Scholas harus bertahan: bukan dari sedikit orang yang memberi banyak, melainkan dari banyak orang yang memberi sedikit, dalam waktu yang lama.
Itulah filosofi di balik La Mesa. Tidak dibutuhkan sesuatu yang besar. Yang dibutuhkan adalah banyak orang yang duduk bersama dan berbagi waktu yang panjang.
Di meja, kehidupan terjadi. Karena di meja, perjumpaan itu sungguh nyata. Tidak bisa dipura-purakan. Fransiskus tahu itu. Scholas menghidupinya.






